Saturday, July 21, 2007

TERATAI

Teratai dalam klasifikasi ilmiah masuk dalam kerajaan Plantae, Divisio Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida, Ordo Nymphaeales, familia , Nymphaeaceace dan genus Nymphaea. Ada kurang lebih 50 species teratai. Teratai dalam bahasa inggris disebut Waterlily yang tersebar dari wilayah tropis hingga daerah subtropis seluruh dunia.
Sebagai tanaman air yang populer di berbagai belahan dunia, teratai atau seroja merupakan tanaman yang banyak menyuntikkan insiprasi pada kaum penyair maupun penggubah lagu. Selebihnya, berbagai bangsa di muka bumi menempatkan tumbuhan air ini dalam posisi sarat nilai.

Bahkan Sang penyair Rendra menulis teratai dalam karyanya Mengolah Teratai. Puisi tersebut berbunyi: Pusarku menampung hawa./ Hawa menjadi teratai,/ dihayati hati dan semangatku./ Teratai pun mekar./ Empat susun daun bunganya/ mengembang keempat penjuru alam/ melewati empat cakrawala./ Aku jadi teratai/ mekar di alam//

Penduduk Mesir misalnya, menjadikan seroja sebagai lambang nasionalnya. Sejarah Mesir memang sudah mengenal teratai sejak lama. Dalam astrologi, masyarakat Mesir Kuno menggunakan bentuk teratai sebagai simbol matahari terbit. Mekar dan kuncupnya teratai jadi patokan pergantian siang dan malam. Bangsa Mesir juga mengenal lotus -- jenis lain dari teratai -- sejak 2000 tahun S.M. Lotus yang melambangkan Dewa Nefertem, memberikan kehidupan pada Ra, Dewa Matahari. Menurut kepercayaan, wangi bunga ini merupakan sumber kekuatan Ra. Dewa Osiris yang terbunuh juga dipercaya lahir kembali melalui bunga lotus. Oleh karena itu, bagi masyarakat Mesir, lotus melambangkan kelahiran. Alhasil, relief lotus selalu setia menjadi penghias peti mumi dan makam-makam kuno di Mesir.

Selain itu, teratai atau disebut juga kembang padma memiliki fungsi simbolis dalam agama Hindu, Budha, maupun kesenian India. Ajaran Budha menegaskan bahwa proses mekarnya bunga teratai merupakan lambang pencapaian kesempurnaan menuju nirwana. Kuncupnya melambangkan awal usaha dan puncak mekar bunga menjadi tanda tercapainya kesempurnaan. Pemeluk agama Budha menganggap bunga ini sebagai lambang kesucian, tercermin dalam berbagai lukisan dan patung yang menggambarkan Sang Budha sedang duduk bersemedi di atas bunga teratai. Beberapa perguruan tinggi terkemuka di tanah air juga menggunakan bunga teratai sebagai logo lembaga pendidikannya. Kecantikan teratai pun terukir pada tongkat dan singgasana Syiwa, dewa bertangan empat dalam ajaran Hindu. Singgasana itu bernama padmasana yang datang dari nama "padma" dan "astana" (posisi terbaik dalam memuja).

Selebihnya, bunga teratai kerap dijadikan simbol kecantikan fisik wanita. Dalam tradisi India misalnya, sosok wanita ideal adalah padmini yang tangan, kaki, dan wajahnya cantik ibarat bunga padma yang sedang merekah. Mata, terutama pupil, bersinar seperti biji teratai.

Sementara itu, di kalangan masyarakat India, ada kepercayaan bahwa mandi berendam di kolam lotus atau mengonsumsinya dalam keadaan mentah maupun matang bisa menambah kesuburan kaum wanita. Teratai juga lekat dalam legenda dan tradisi masyarakat Cina. Kwan Im, Dewi Welas Asih dan pelindung orang-orang miskin biasa tampil dalam singgasana kuntum bunga teratai. Begitu pula He Xiangu, satu-satunya dewi di antara tujuh dewa yang mendiami Fenghai selalu membawa bunga teratai untuk menyembuhkan penyakit.

Lain Cina lain pula kisah dari Yunani. Dalam mitologinya dikenal cerita khasiat minuman bunga teratai yang dipercaya mampu menghilangkan ingatan seseorang. Korban-korban hilang ingatan itu dipaksa bekerja untuk Odysseus sebagai budak.

Selain cantik, ternyata teratai juga kaya manfaat. Di Tuban Jawa Timur dikenal dodol biji teratai. Kemudian di Jepang, sejak 20 tahun lalu biji teratai digunakan sebagai bahan pangan nonberas. Sementara di Indonesia, meskipun tidak begitu populer yang bisa menggantikan beras hanya biji dari varietas teratai putih sedangkan biji teratai merah biasanya digunakan untuk sayur dan jenis yang kuning untuk bahan minuman segar. Masyarakat Cina Kuno menggunakan daun teratai sebagai pembungkus sejenis lontong ketan.

Bagian-bagian teratai pun ternyata punya manfaat yang berbeda:

Akar
Akar teratai ternyata kaya karbohidrat. Akar teratai bisa dibuat tepung yang rasanya manis. Bila tepung teratai dimasak, bisa membantu memperlancar sistem pencernaan, memperlancar air seni, dan menjaga elastisitas pembuluh darah.
Daun
Bisa menyembuuhkan disentri. Caranya, panggang daun-daun hingga kering, lalu buat tepung. Tambahkan madu, dan seduh dengan segelas air panas. Daun teratai juga sering dimanfaatkan untuk menurunkan demam dan mengobati flu.
Bunga
Yang lagi ngetren, bunga teratai dipakai untuk menjaga kelembutan dan keremajaan kulit. Caranya, ambil 3 - 5 bunga teratai, lalu keringkan. Rebus dalam 3 gelas air hingga mendidih. Sisakan separuhnya, lalu saring. Minumlah secara teratur. Resep ini juga mampu menyembuhkan batuk dan muntah-muntah. Cara lain, bakar bunga teratai, lalu gunakan abunya untuk menyembuhkan jerawat, bisul dan eksim.
Biji
Biji ini khusus dari teratai berbunga putih dengan tepi daun bergerigi, atau lebih akrab disebut teratai "lumbu". Bijinya berasal dari ghol (putik bunga yang membesar). Biji teratai mengandung daya penenang. Bagi orang yang sulit tidur, gelisah dan stres, coba minum air rebusan biji teratai. Manfaat lain, dari biji teratai bisa dibuat dodol. Juga, dapat mengembangkan volume beras. Jika 1 kg beras ditanak bersama 1 cangkir biji teratai, maka volume beras akan mengembangkan 3 - 4 kali volume semula.

Demikian istimewanya tanaman ini, hingga para pengamat memberinya gelar sebagai kembang nirwana. Akan tetapi, ironis bunga suci ini justru senang tinggal di antara lumpur. Fakta ini membuat para filsuf mempertimbangkan nilai-nilai hidup dalam lumpur penderitaan. Ini filosofinya, berterima kasih pada semua masalah (yang dianalogikan sebagai lumpur) karena seperti teratai dengan itu kita dapat mengumpulkan kekuatan diri.

Lagu melayu :

Ramli Sarip

Teratai

Oh teratai bunga indah
Engkaulah pujaan hatiku
Telah lama aku rindukan
Wahai teratai bunga indah

Sungguh cantik wajahmu
Sinar matamu bagaikan suria pagi
Setiap insan selalu terpikat
Memandang teratai bunga indah

( korus )
Ku tak menyangka
Wahai terataiku sayang
Badai taufan mendatang
Menghembus dirimu
Engkau pun terkulai
Dan merunduklah layu
Tak berseri lagi

Oh tolong, lindungilah dia
Agar ku dapat bersamanya lagi
Ku inginkan terataiku sayang
Berseri seperti semula
Teratai bunga indah


Sumber : Dari berbagai sumber

(inspirasi by Hanan’s blog “ BUNGA HATIKU “)

2 Comments:

At July 21, 2007 at 8:51 AM, Anonymous Anonymous said...

wah ternyata teratai banyak sekali manfaatnya ya, subhanallah....jadi makin penasaran sama teratai, cara memeliharanya gimana ya kak pi?

 
At July 21, 2007 at 10:34 AM, Blogger justpipe said...

bentar yah dek..kak pi cari bagaimana memeliharanya .. karena kak pi jug a nggak tahu :d hehehe

 

Post a Comment

<< Home