Saturday, July 21, 2007

CINTA…..

Tumbuhnya cinta itu sering bukan atas inisiatif pelakunya, bukan karena keinginnanya dan tidak selalu kenikmatan bagi sebagian manusia. Mekarnya cinta itu laksana datangnya penyakit akut. Ia sering datang tiba-tiba. Tidak ada perbedaan antara keduanya"

Cinta itulah yang dialami oleh wanita bangsawan terhadap Yusuf a.s. Saat terpesona dengan ketampanan wajah Yusuf a.s tanpa sadar mereka memotong jemari mereka sendiri. Cinta semacam itulah yang dialami oleh seorang wanita yang langsung mengalami haid ketika melihat wajah tampan Mushab bin Az Zubair. Cinta sejenis itulah yang memenuhi ruang – ruang hati Khaulah binti Hakim yang memasrahkan dirinya kepada nabi Muhammad saw sehingga membuat Aisyah berkata “ Tidak malukah seorang wanita memasrahkan diri kepada seorang laki-laki?”

Jiwa yang mencintai pasti tahu bagaimana jalan untuk berdampingan dengan jiwa yang di cinta . Ia akan terus memedarkan daya tarik. Ia akan terus menebar pesona hingga antara jiwa yang dicinta akan seperti api dengan tungku atau laksana lebah dengan bunga. Jiwa yang mencinta tidak akan pernah bisa diam. Sebab hakikat cinta adalah pergerakan jiwa yang mencinta terhadap jiwa yang dicinta.

Cinta memang tidak bisa dibendung sebab ia adalah anugrah. Cinta memang tidak bisa di hadang sebab ia adalah karunia. Namun cinta harus dialirkan selaras dengan aliran cinta Sang Pemilik Cinta. Cinta harus digerakkan searah dengan gerakan cinta Sang Pemilik Cinta . Sehingga gerakan cinta jiwa kepada jiwa kekasih kan terus bersenyawa dengan gerakan cinta semesta.

Cinta itu pasti akan menyebabkan gerakan jiwa. Jiwa di ciptakan dalam keadaan bergerak, gerakan cinta jiwa itu bersifat alami. Siapapun yang mencintai seseorang, tentu akan merasakan kenikmatan dan ketenangan. Jika jiwa-jiwa itu tidak diisi cinta sama sekali maka ia akan lamaban , malas dan sulit bergerak.

Gerak cinta jiwa yang tiada henti kepada jiwa yang dicinta akan begitu indah dipandang, dilihat dan dirasakan. Seperti gerak cinta Rasulullah saw kepada jiwa Khadijah r.a . Saat Kahdijah sudah tiada, gerak cinta Rasulullah tidak pernah berhenti menyapa. Semoga seperti itu pula gerak cinta jiwa kita kepada jiwa sandaran hati kita masing –masing.

( dikutip dari tulisan dr Hamy Wahjuniantio: Simfoni Cinta )


Selanjutnya...

TERATAI

Teratai dalam klasifikasi ilmiah masuk dalam kerajaan Plantae, Divisio Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida, Ordo Nymphaeales, familia , Nymphaeaceace dan genus Nymphaea. Ada kurang lebih 50 species teratai. Teratai dalam bahasa inggris disebut Waterlily yang tersebar dari wilayah tropis hingga daerah subtropis seluruh dunia.
Sebagai tanaman air yang populer di berbagai belahan dunia, teratai atau seroja merupakan tanaman yang banyak menyuntikkan insiprasi pada kaum penyair maupun penggubah lagu. Selebihnya, berbagai bangsa di muka bumi menempatkan tumbuhan air ini dalam posisi sarat nilai.

Bahkan Sang penyair Rendra menulis teratai dalam karyanya Mengolah Teratai. Puisi tersebut berbunyi: Pusarku menampung hawa./ Hawa menjadi teratai,/ dihayati hati dan semangatku./ Teratai pun mekar./ Empat susun daun bunganya/ mengembang keempat penjuru alam/ melewati empat cakrawala./ Aku jadi teratai/ mekar di alam//

Penduduk Mesir misalnya, menjadikan seroja sebagai lambang nasionalnya. Sejarah Mesir memang sudah mengenal teratai sejak lama. Dalam astrologi, masyarakat Mesir Kuno menggunakan bentuk teratai sebagai simbol matahari terbit. Mekar dan kuncupnya teratai jadi patokan pergantian siang dan malam. Bangsa Mesir juga mengenal lotus -- jenis lain dari teratai -- sejak 2000 tahun S.M. Lotus yang melambangkan Dewa Nefertem, memberikan kehidupan pada Ra, Dewa Matahari. Menurut kepercayaan, wangi bunga ini merupakan sumber kekuatan Ra. Dewa Osiris yang terbunuh juga dipercaya lahir kembali melalui bunga lotus. Oleh karena itu, bagi masyarakat Mesir, lotus melambangkan kelahiran. Alhasil, relief lotus selalu setia menjadi penghias peti mumi dan makam-makam kuno di Mesir.

Selain itu, teratai atau disebut juga kembang padma memiliki fungsi simbolis dalam agama Hindu, Budha, maupun kesenian India. Ajaran Budha menegaskan bahwa proses mekarnya bunga teratai merupakan lambang pencapaian kesempurnaan menuju nirwana. Kuncupnya melambangkan awal usaha dan puncak mekar bunga menjadi tanda tercapainya kesempurnaan. Pemeluk agama Budha menganggap bunga ini sebagai lambang kesucian, tercermin dalam berbagai lukisan dan patung yang menggambarkan Sang Budha sedang duduk bersemedi di atas bunga teratai. Beberapa perguruan tinggi terkemuka di tanah air juga menggunakan bunga teratai sebagai logo lembaga pendidikannya. Kecantikan teratai pun terukir pada tongkat dan singgasana Syiwa, dewa bertangan empat dalam ajaran Hindu. Singgasana itu bernama padmasana yang datang dari nama "padma" dan "astana" (posisi terbaik dalam memuja).

Selebihnya, bunga teratai kerap dijadikan simbol kecantikan fisik wanita. Dalam tradisi India misalnya, sosok wanita ideal adalah padmini yang tangan, kaki, dan wajahnya cantik ibarat bunga padma yang sedang merekah. Mata, terutama pupil, bersinar seperti biji teratai.

Sementara itu, di kalangan masyarakat India, ada kepercayaan bahwa mandi berendam di kolam lotus atau mengonsumsinya dalam keadaan mentah maupun matang bisa menambah kesuburan kaum wanita. Teratai juga lekat dalam legenda dan tradisi masyarakat Cina. Kwan Im, Dewi Welas Asih dan pelindung orang-orang miskin biasa tampil dalam singgasana kuntum bunga teratai. Begitu pula He Xiangu, satu-satunya dewi di antara tujuh dewa yang mendiami Fenghai selalu membawa bunga teratai untuk menyembuhkan penyakit.

Lain Cina lain pula kisah dari Yunani. Dalam mitologinya dikenal cerita khasiat minuman bunga teratai yang dipercaya mampu menghilangkan ingatan seseorang. Korban-korban hilang ingatan itu dipaksa bekerja untuk Odysseus sebagai budak.

Selain cantik, ternyata teratai juga kaya manfaat. Di Tuban Jawa Timur dikenal dodol biji teratai. Kemudian di Jepang, sejak 20 tahun lalu biji teratai digunakan sebagai bahan pangan nonberas. Sementara di Indonesia, meskipun tidak begitu populer yang bisa menggantikan beras hanya biji dari varietas teratai putih sedangkan biji teratai merah biasanya digunakan untuk sayur dan jenis yang kuning untuk bahan minuman segar. Masyarakat Cina Kuno menggunakan daun teratai sebagai pembungkus sejenis lontong ketan.

Bagian-bagian teratai pun ternyata punya manfaat yang berbeda:

Akar
Akar teratai ternyata kaya karbohidrat. Akar teratai bisa dibuat tepung yang rasanya manis. Bila tepung teratai dimasak, bisa membantu memperlancar sistem pencernaan, memperlancar air seni, dan menjaga elastisitas pembuluh darah.
Daun
Bisa menyembuuhkan disentri. Caranya, panggang daun-daun hingga kering, lalu buat tepung. Tambahkan madu, dan seduh dengan segelas air panas. Daun teratai juga sering dimanfaatkan untuk menurunkan demam dan mengobati flu.
Bunga
Yang lagi ngetren, bunga teratai dipakai untuk menjaga kelembutan dan keremajaan kulit. Caranya, ambil 3 - 5 bunga teratai, lalu keringkan. Rebus dalam 3 gelas air hingga mendidih. Sisakan separuhnya, lalu saring. Minumlah secara teratur. Resep ini juga mampu menyembuhkan batuk dan muntah-muntah. Cara lain, bakar bunga teratai, lalu gunakan abunya untuk menyembuhkan jerawat, bisul dan eksim.
Biji
Biji ini khusus dari teratai berbunga putih dengan tepi daun bergerigi, atau lebih akrab disebut teratai "lumbu". Bijinya berasal dari ghol (putik bunga yang membesar). Biji teratai mengandung daya penenang. Bagi orang yang sulit tidur, gelisah dan stres, coba minum air rebusan biji teratai. Manfaat lain, dari biji teratai bisa dibuat dodol. Juga, dapat mengembangkan volume beras. Jika 1 kg beras ditanak bersama 1 cangkir biji teratai, maka volume beras akan mengembangkan 3 - 4 kali volume semula.

Demikian istimewanya tanaman ini, hingga para pengamat memberinya gelar sebagai kembang nirwana. Akan tetapi, ironis bunga suci ini justru senang tinggal di antara lumpur. Fakta ini membuat para filsuf mempertimbangkan nilai-nilai hidup dalam lumpur penderitaan. Ini filosofinya, berterima kasih pada semua masalah (yang dianalogikan sebagai lumpur) karena seperti teratai dengan itu kita dapat mengumpulkan kekuatan diri.

Lagu melayu :

Ramli Sarip

Teratai

Oh teratai bunga indah
Engkaulah pujaan hatiku
Telah lama aku rindukan
Wahai teratai bunga indah

Sungguh cantik wajahmu
Sinar matamu bagaikan suria pagi
Setiap insan selalu terpikat
Memandang teratai bunga indah

( korus )
Ku tak menyangka
Wahai terataiku sayang
Badai taufan mendatang
Menghembus dirimu
Engkau pun terkulai
Dan merunduklah layu
Tak berseri lagi

Oh tolong, lindungilah dia
Agar ku dapat bersamanya lagi
Ku inginkan terataiku sayang
Berseri seperti semula
Teratai bunga indah


Sumber : Dari berbagai sumber

(inspirasi by Hanan’s blog “ BUNGA HATIKU “)


Selanjutnya...

Thursday, July 19, 2007

PUISI PUISI ISTRI

Heran juga

Benar-benar peran suami pada kebahagian istri

Kalau suami-suami benar sayangnya ,

Istri jadi terarah sepak terjangnya tanpa di minta

Namun jika para suami tak pandai menghargai

Hati istri jadi kawah candradimuka

Marahnya merambat kemana mana

Tidak diungkapkan sekalipun tampak pada penyakitnya

Duh…mahalnya para suami

Ia mengambil istri-istri dengan nama Illahi Rabbi

Jika tidak berhasil menjadi lelaki yang paling baik ahlinya

aku kira lebih baik kita menjadi janda saja

Daripada hati terus dibikin sengsara

Sudahlah pula membantu mencari nafkah, perlakuan baik sekedar kata sayang dan perhatikan tak di terima

Jadi apa sih yang bikin suami enggan menghargai istri ?

Oh sering juga lantaran kita sendiri , ya

Para istri senang mengacaukan hati

Taruh cemburu tak pada tempatnya

Minta belanja kasar omongannya

Serta tidak pandai mengurus anaknya

Ah, masak lantaran itu saja para suami batal sayangnya?

Jangan-jangan karena juga tabiat dasar para suami

Tak dididik untuk memahami sisi-sisi wanita sang istri

Ya itulah , para suami terlalu pakai otak kiri, tak ada empati tak ada imajinasi

Sedangkan para istri sering terlalu mengandalkan perasaan itu bagian otak kanannya kan ,….

Berpanjang-panjang dalam dugaan, samapai keterlaluan padahal itu pekerjaan setan kan ?

Maka benarlah kata guruku, antara suami dan istri harus sepakat dulu,

Dua hadist pegangan silahkan di pertukarkan niscaya terjadi pencerahan

Ar Rijalu Qawwammuna ala nisa ‘ jangan lagi jadi andalan lelaki

Al Jannatu tahta aqdamil ummahat, jangan jadi jimat istri shalihah

Mari coba berpikir, mari coba


( dikutip dari buku Izinkan Aku Bertutur oleh Neno Warisman )


Selanjutnya...

Tuesday, July 17, 2007


CINTA SEORANG BELAHAN JIWA

Gurat-gurat sedih nampak begitu membekas di wajah teduh wanita paruh baya itu. Kedua kelopak matanya sembab karena terlalu banyak mengeluarkan air mata. Terdengar lirih suara tasbih, tahmid. dan tahlil dari bibir wanit itu. Matanay menatap penuh kasih sang suami tergolek lemah diatas tempat tidur. Lelaki tua itu terkena serangan awal stroke yang menyebabkannya tak kuasa melakukan apapun. Untuk sekedar dudukpun pria tua itu tidak mampu apalagi untuk makan minum ataupun buang air.

Laki-laki lanjut usia itu sungguh beruntung karena di sisinya ada seorang wanita yang senantiasa siap membantunya dengan sepenuh jiwa. Sudah sepekan wanita itu membantu suaminya makan dan minum. Tiap hari berjam-jam menunggu belahan jiwanya. Dalam sehari. dua sampai tiga kali perempuan mulia itu membersihkan alas tempat tidur belahan hatinya yang kotor karena sang kekasih sering tanpa sadar buang air kecil dan buang air besar di tempat tidur.

Sang istri mulia itu berkisah bahwa baru kali ini sang kekasih tiba-tiba pingsan ketika bekerja. Sejak saat itu sang belahan jiwa harus menerima kenyataan bahwa jantungnya sudah tidak dapat lagi berdetak dengan normal. Hal itu berdampak pada kondisi fisik dan psikis pelabuhan cintanya. Pria tangguh itu tiba-tiba menjadi rapuh dan terpukul menerima kenyataan itu.

Kondisi tersebut memang berlangsungtidak lama. Lelaki pujaan hatinya itu semula memang sulit untuk menerima kenyataan bahwa dirinya tidak setangguh dulu. Namun seiring dengan bergulirnya waktu sang kekasih dapat kembali menjadi sandaran hati bagi belahan jiwa, istana cinta bagi buah hatinya. Hal itu tak lepas dari peranan sang istri tercinta yang tidak pernah berhenti mengalir kasih sayangnya dan lantunan doa cinta untuk sang kekasih hati.

Sungguh saya beruntung melihat aliran cinta yang sungguh indahnya . " Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri shalihah" begitu sabda Rasulullah saw. Terasa amat indah ketika Rasulullah berkata " Barang siapa menikah dengan wanita shalihah, maka ia telah memiliki separuh agamanya " Karena itulah hendaklah ia bertakwa kepada Allah untuk memiliki separuh agamanya yang lain "

Saya melihat kisah indah itu setahun yang lalu, wanita itu begitu tabah, senyum selalu terkembang ketika bertemu belahan jiwanya dan buah hatinya walau hatinya diliputi kegelisahan dan kebimbangan tapi istri tercinta itu tetap menahannya agar sang kekasih hati tidak kuatir. Saya sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Allah telah mengenal wanita tersebut wanita yang selama 9 bulan lebih saya dalam perutnya. Dan wanita itu adalah ibu Syafaatin.






Selanjutnya...

Monday, July 16, 2007

Ayah Mencintaimu , Nak

Tentang buah hati kita itu, kekasih Allah, teladan kita, guru tentang cinta dan kasih sayang kita, Rasulullah saw bersabda untuk para ayah , “ Cintailah anak-anak dan kasih sayangilah mereka, Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka, maka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanyalah kamu satu-satunya yang memberi rezeki “

Kalau anda seorang ayah pasti sering mendengar kalimat-kalimat berikut ini , “ Ayah, aku sudah mandi, “ Aku sudah belajar lho, Pa , “ Apa aku boleh ikut Abi pergi “ Kalau Bapak pulang bawakan es krim ya?” Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana respon kita saat itu ? Apakah tanggapan kita seindah binar mata mereka ? Apakah sikap kita semanis senyum mereka ? Apakah jawaban kita sebesar harapan mereka ?

Kalau kita seorang ayah, sungguh anak-anak kita mengingginkan senyum gagah kita. Mereka juga membutuhkan belaian kasih sayang kita. Buah cinta kita selalu merindukan dekapan mesra kita. Yakinlah anda bahwa tutur kata manis anda amat berarti bagi hatinya. Oleh-oleh yang kita hadiahkan begitu bermakna bagi jiwa mereka. Ketika kita mengajak mereka bepergian rasa bangga memenuhi ruang-ruang kalbunya.

Tentang buah hati kita itu, kekasih Allah, teladan kita, guru tentang cinta dan kasih sayang kita, Rasulullah saw bersabda untuk para ayah , “ Cintailah anak-anak dan kasih sayangilah mereka, Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka, maka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanyalah kamu satu-satunya yang memberi rezeki “ Dalam riwayat lain dikisahkan ada seorang arab Badui yang menemui Rasullulah dan berkata “ Mengapa Engkau menciumi anak-anak kecil, sedang kami tidak pernah melakukannya ?” Maka Rasulullah saw bersabda , “ Apakah kamu tidak takut bila Allah swt mencabut rasa kasih sayang dari lubuk hatimu ?”

Bagi anak-nak kita para ayah adalah pahlawan. Menurut mereka ayah adalah sosok yang gagah yang menentramkan hati mereka. Buah hati kita itu amat bangga terhadap keperkasaan kita. Mereka begitu men damba perhatian dan kehadiran kita. Namun mereka tidak pandai merangkai kata tuk mengungkap kata cinta. Mereka juga tidak mengerti cara membisikkan rasa rindunya. Mereka mencintai kita dengan bahasa yang sering tak mampu kita mengerti. Mereka menyayangi kita dengan gaya yang tak kita pahami. Karena itu kita tidak menyadari ada makhluk-makhluk kecil yang begitu mencintai dan membutuhkan kita.

Saat mereka mendekat kita merasa terusik. Ketika mereka mengajak bicara sering kita mersa terganggu. Waktu mereka bertanya sering kali hati kita tidak nyaman. Tangisan mereka seperti petir bagi telinga kita. Teriakan mereka bagaikan badai yang menerjang jiwa kita. Padahal seperti itulah cara mereka menyayangi kita. Dengan cara itulah mereka menyampaikan mereka sangat membutuhkan kita. Hanya itulah cara seperti itulah yang mereka mengerti untuk menyentuh cinta kita.

Boleh jadi kita belum mampu menjadi ayah yang indah untuk anak-anak kita. Saat mereka menangis kita malah membentaknya. Ketika mereka bertanya kita tidak menggubrisnya. Waktu kita belajar, kita tidak disampingnya. Mereka sakit tanpa kita disisinya. Mereka sedih tanpa ada yang menghiburnya. Mereka jarang kita belai jarang kita cium. Kadang pekerjaan kita membuat kita tak menyadari bahwa ada yang menanti-nantikan kedatangan kita sehingga tertidur di depan pintu.

Sudah tiba saatnya bagi kita para ayah untuk mengerti bahasa cinta anak-anak kita. Kita harus memahami gaya mereka dalam mencintai kita. Dengan demikian kita bisa menjadi seperti yang mereka inginkan. Kita harus berupaya untuk menjadi yang srperti mereka harapkan. Kita harus menjadi pendengar yang menyenangkan saat mereka berbicara. Ketika mereka mendekati kita sehasta kita mendekati mereka sedepa. Sewaktu kita menangis kita akan mendekapnya dengan penuh cinta . Kita juga tak akan pernah lelah tuk berbisik mesra “ Nak ayah mencintaimu “.


Selanjutnya...

Saturday, July 14, 2007

KETIKA WANITA HARUS MEMILIH
Lelaki suci itu termangu sedih. Wajah langitnya memandarkan rona duka. Hati beningnya tertusuk-tusuk. Ia seakan tak percaya saat para wanita penghuni griya kenabian itu meminta sesuatu yang justru ingin dijauhinya. Duka yang membuncah membuat lelaki pemungkas para nabi itu bahkan tidak berkenan menemui para sahabatnya untuk beberapa saat. Sahabat berkelas langit seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab pun tak kuasa untuk menemuinya.
Tak Lama berselang lelaki mulia itu memperkenankan kedua sahabat sekaligus mertuanya untuk memasukki griya dakwahnya yang sangat sederhana. Saat itu Kekasih Allah sedang dikelilingi oleh semua belahan jiwanya tak terkecuali Aisyah putri Abu bakar dan Hafsah putri Umar bin Khattab. Para wanita mulia itu membisu. Mereka tak kuasa menatap wajah teduh suaminya yang sedang tersaput mendung. Suasana begitu hening. Sejurus kemudian Lelaki yang bergelar al Amin itu menatap dalam wajah abu Bakar dan Umar bin Khattab seraya berkata " Bidadari-bidadari duniaku ini sedang meminta tambahan nafkah dariku"
Wajah Abu Bakar dan Umar bi Khattab merona merah karena malu . Maka bangkitlah Abu Bakar menuju Aisyah , sedangkan Umar bin Khattab menuju ke Hafsah. Keduanya menghardik putrinya masing-masing " Apakah kalian menuntut Rasulullah saw dengan sesuatu yang tidak dimilikinya ?" ucap mereka dengan nada tinggi. Kedua wanita dunia berkelas surga itu serempak menjawab " Sesungguhnya demi Allah setelah permintaan kali ini kami tidak akan menuntut Rasulullah dengan sesuatu yang tidak ada padanya" Begitu mendengar jawaban putri-putrinya itu Abu Bakar dan Umar bin Khattab bermaksud untuk memukul. Namun Rasulullah mencegahnya . Dengan penuh kasih Rasulullah berkata " Mereka tidak layak engkau perlakukan seperti itu "
Tidak lama kemudian Allah SWT menurunkan ayat tentang perkara memilih. Karena itu Rasulullah bergegas menemui Aisyah dan kemudian bersabda "Sesungguhnya aku menginggatkanmu tentang sesuatu. Namun aku tidak ingin engkau tergesa-gesa memutuskannnya sebelum engkau bermusyawarah dengan orangtuamu " Aisyah bertanya " apa itu ?" Maka Nabi saw membacakan ayat yang baru turun. " Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu. Jika kamu menginginkan kehidupan dunia dan perhiasan nya , maka kemarilah untuk keberikan mut'ah dan aku akan ceraikan kamu dengan cara yang sebaik-baiknya. Dan jika kamu memilih Allah dan RasulNya serta kebahagiann negeri akhirat. Maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa saja yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar (QS. Al Ahzab 28-29 ). Begitu mendengar Rasulullah selesai membacakan ayat tersebut , Aisyah langsung menjawab "Buat apa aku harus bermusyawarah dengan orang tuaku tentang perkara ini ? Karena sudah pasti aku memilih Allah dan RasulNya dan kebahagian diakhirat. Dan aku memintamu untuk tidak menyampaikan jawabanku ini kepada istri-istrimu yang lain "
Sesungguhnya kisah indah diatas menjelaskan isteri-isteri Rasulullah saw adalah wanita-wanita biasa. Sedangkan Abu Bakar dan umar Khattab adalah lelaki biasa seperti suami atau ayah anda. Mereka hidup dengan segala perasaan , kecenderungan dan tabiat kemanusian yang sama dengan perasaan, kecenderungan dan tabiat kemanusian yang kita miliki dan kita rasakan.
Hanya bedanya mereka dengan dengan segala karakter kemanusiannya itu mampu melesatkan diri mereka ke tingkat lebih tinggi dan membeningkan jiwa mereka dari goda dan nista. Sedangkan kita masih terkungkung dengan cela dan hina yang mengotori karakter kemanusian kita Islam tidak akan membiarkan kecenderungan dan tabiat kemanusian menjadi beku, terpenjara dan kemudian mati dalam jiwa-jiwa mereka. Islam hanya ingin membuatnya melesat menuju ke kemuliaan.
Kisah cinta tersebut juga membuat kita berjumpa dengan jiwa-jiwa isteri Nabi saw yang juga ingin mersakan indahnya dunia dan perhiasannya. Perkara ini sejatinya sangat manusiawi sekali Karena itu Rasulullah tidak memperkenankan Abu Bakar dan Umar bin Khattab memukul putri mereka. Manusia mulia itu seolah ingin menjelaskan bahwa permintaan Aisyah dan Hafsah adalah manusiawi sekali. Nasihat dari langit yang di sampaikan penuh kasih oleh tambatan hati itu mampu menyentuh sukma wanita mulia tersebut. Sehingga ketika wanita-wanita mulia itu harus memilih anatar dunia dan perhiasannya atau Allah dan RasulNya dan negeri akhirat maka dengan begitu mudah mereka menetapkan pilihannya. Ketika harus memilih jawaban mereka serupa " Sudah pasti aku memilih Allah dan RasulNya dan negeri akhirat" Kalau anda seorang wanita seperti Aisyah dan Hafsah maka anda akan berpeluang besar menjadi wanita dunia berkualitas surga.
( dr H. Hamy Wahjunianto . Alfalah, ed 222 )

Selanjutnya...

ORANGTUAMU... ORANGTUAMU

Mauidhah

Rasululloh bernasihat

" Bila engkau memenuhi hak mereka

Dan memberi makan kepada mereka

Engkau akan memperoleh ganti

Untuk setiap suap makanan

Dengan sebuah gedung di surga. "


Selanjutnya...

ORANGTUAMU... ORANGTUAMU

MAUIDHAH


Seorang pria lain datang pada Rasululloh

Dan berkata :" Ya Rasululloh, Apa yang harus kuperbuat terhadap ibuku , karena aku telah penuhi kewajibanku. Memberi nafkah kepadanya, tetapi ia selalu mengangguku dengan lidahnya yang tajam.

Rasululloh menjawab,

" Demi Alloh...

Andaikan ibumu telah memotong dagingmu belumlah engkau memenuhi seperempat dari kewajibanmu terhadap ibumu .

Tidakkah engkau tahu bahwa surga ada di bawah telapak kaki ibu "


Selanjutnya...

KESEDIHAN YANG SIA-SIA

Sedih karena kehilangan ketaatan namun tidak bergegas mengerjakannya adalah tanda tertipu

(Syaikh Ibnu ‘Atha’illah al Assakandari ra, )

Adalah benar bahwa penyesalan merupakan taubat. Tentu saja penyesalan yang di tindak lanjuti dengan tindakan nyata. Tanpa tindakan nyata sama saja dengan omong kosong dan berarti mengulang kesalahan yang sama , rasanya sama saja dengan orang yang tidak menyesal, apalagi setelah melihat kecerobohan demi kecerobohan yang dia lakukan. Orang yang membuang sampah sembarangan pasti akan menyesal ketika meliahat akibat dari kecerobohannya tersebut merupakan petaka penyebab banjir dan penyebab berbagai macam penyakit lainnya .

Masalahnya tidaklah berhenti pada penyesalan saja . Akan tetapi seberapa banyak dari mereka yang menyesal itu mampu memahami dengan baik segala tindakan dan perbuatannya yang buruk lalu mengambil sikap yang lurus, meninggalkan perbuatan buruknya , dan menggantinya dengan perbuatan yang baik maka kesedihan atas perbuatan buruknya tidak sia-sia, tetapi jika tidak maka ia telah tertipu. Karenanya dalam islam tidaklah cukup hanya beriman tetapi juga harus disertai amal shalih. Demikian juga orang yang berilmu tidak berhak menyandang gelar ‘alim selama dia belum mengamalkannya. Wallahu A’lam




Selanjutnya...

Monday, July 2, 2007

Strange ?
"Dunia memang aneh", gumam Pak Ustadz "Apanya yang aneh Pak?" tanya penulis yang fakir ini. "Tidakkah antum perhatikan disekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa "Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami" Kata Pak Ustadz. Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menuju masjid yang berjarak sekitar 800m dari rumah. Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya "Aduh, tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana sih ? tanya ibu muda itu. Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu yang lain rasanya; "Kenapa orang yang hendak pergi kemasjid dengan pakaian rapih dan memang semestinya seperti itu ditumbenin ? Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah jalan, ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja ?Kenapa orang ke mesjid dianggap aneh? Orang yang pergi ke mesjid akan terasa "aneh" ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton sinetron "intan". Orang ke mesjid akan terasa "aneh" ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol dipinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan. Orang kemasjid terasa "aneh" ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor kehujanan. Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, "Kamu akan banyak menjumpai "keanehan-keanehan" lain disekitarmu" , kata Pak Ustadz. "Keanehan-keanehan" disekitar kita ?Cobalah ketika kita datang kekantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak "aneh" ditengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan ngobrol. Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa "aneh", karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh ditengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat diakhir waktu. Cobalah berdzikir atau tadabur al qur'an ba'da shalat, akan terasa aneh ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya tidak silau dan nyaman. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang ditempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang ditempat shalat.
Aneh bukan ? Cobalah hari ini shalat jum'at lebih awal, akan terasa aneh, karena mesjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah kedua menjelang selesai.Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu dan test..test, test saja. Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau ayat al qur'an, pasti akan terasa aneh ditengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya. Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang "aneh" selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari'at dan tata nilai serta norma yang benar.J angan takut "ditumbenin" ketika kita pergi kemasjid, dengan pakaian rapih, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al qur'an (Al A'raf:31)Jangan takut dikatakan "sok alim" ketika kita lakukan shalat dhuha dikantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul gak karuan.Jangan takut dikatakan "Sok Rajin" ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman. Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa*). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Annisaa:103) *Jangan takut untuk shalat jum'at dishaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. ....Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli (1475), yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. (Al Jumu'ah:9)[1475] Maksudnya: apabila imam Telah naik mimbar dan muazzin Telah azan di hari Jum'at, Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya. Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al qur'an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;*Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah*, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri ?" (Fusshilat:33) Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha wong itu yang disuruh kok, "sampaikan dariku walau satu ayat"Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja.
Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun. Lakukan "keanehan-keanehan" yang dituntun manhaj dan syari'at yang benar. Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur'an & Hadist), meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.Lagian kenapa kita harus takut disebut "orang aneh" atau "manusia langka" jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelamatkan kita.
Dari mailist tetangga
(brabangkara 07/06/2007)

Selanjutnya...